Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeAbout MeDec 24, 2004

Latest from Plurk.com

pink-uin mengerjakan sesuatu kerjaan dengan terpaksa *bete mode on* - View responses now
Lia Namaku's Facebook profile


hai hai...
selamat datang dan mampir ke Rumah Dunia Maya ku...Thanks banget udah mampir
kalau punya waktu banyak, lihat lihat juga donk "Idea" dan "Resensi dari Peresensi yang (tidak) Ahli"
kasih komentar untuk ikutan setuju atau nggak setuju juga boleh kok... bebas bebas aja...

dan...
jangan lupa sering-sering mampir ya... :) Tapi maap maap niy, kalau kadang-kadang ada yang 'basi', he he biasa deh, sebagai seseorang yang punya tingkat kemalasan sangat tinggi, suka nggak bisa upload atau update sesuai waktunya.

E tapi e tapi... belakangan ini saya lagi suka menulis di sini ---> www.lianamaku.com ... kapan-kapan mampir ya... :)




Photo AlbumSaya di Bulan Juni :)Jun 3, '10 11:02 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
gak ada yang spesial kok, ini hanya kumpulan foto-foto dari beberapa kegiatan di bulan Juni, he he hasil nyolong dari berbagai pemilik foto :D

ReviewReviewReviewReviewJun 2, '10 11:28 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Sudahkah menonton film ini?
Bagaimana pendapatnya?

Ini pendapat saya:

* Isu yang diangkat menarik, dan rasanya belum pernah ada Film Indonesia yang mengangkat isu serupa (setidaknya yang pernah saya tonton)

* Sebenarnya alur ceritanya menarik walaupun di bagian awal terasa sedikit lambat dan membingungkan karena tidak mengerti mau cerita apa. Tapi mulai bagian tengah sampai akhir cerita terasa lebih menyenangkan untuk dinikmati

* Titi Sjuman bermain cukup bagus untuk peran Sekar, tapi... hmm... Saya sempat berpikir bagaimana kalau di balik saja, Titi yang jadi Mayang, Lola Amaria yang jadi Sekar, rasanya lebih pas :)

* Logat dan berbahasa Jawanya Titi Sjuman juga asik, terutama pas bagian 'misuh' hihihi :)

* Yang menjadi pemeran siapa ya, yang bergaya ala Christina Aguilera itu? Mainnya keren, paling pas diantara yang lainnya.

* Suka sama soundtracknya, salah satunya ada musikalisasi puisinya SDD yang dibawakan Reda + Ari.

* Seperti biasa, saya selalu mengagumi Mas Yadi sebagai DOP. Begitu juga film ini, DOPnya mas Yadi, dan keren sekali.

* Agak terlalu berat dialog di bagian awal (saat Mayang dan seorang temannya di bangsal tempat penampungan sebelum berangkat ke Hongkong), kurang humanis, tapi gak terlalu merusak filmnya sih. Obrolannya juga terasa agak kaku

* Logat Jawa Lola Amaria sebagai Mayang terasa sedikit kaku. Ini dialami juga oleh beberapa pemeran lainnya. Tapi, kalau ngobrolnya Bahasa Indonesia, juga terasa aneh ya? Jadi ya sudahlah...

* Satu lagi sih, pertanyaannya, tokoh yg dari KBRI dan diperankan Donny Damara, katanya sudah seperti ayah asuh dari semua TKI disitu, tetapi mengapa sepertinya terlihat yang mengenal hanya segelintir orang saja ya?

Yak, begitu kira-kira film ini menurut saya. Tapi, selain beberapa komentar di atas, saya pikir film ini menarik untuk dinikmati dan bila masuk ke pasar yang pas, bisa menjadi film yang sukses.

Selamat ya Noe Letto, Mbak Dewi Umaya, Mbak Lola Amaria, Mbak Titi Sjuman, dkk.

Buat saya, film ini saya beri 4 bintang :) Yuk, kita nonton sama-sama mulai tanggal 10 Juni 2010 ini!

Foto diambil dari materi rilis pers film ini. Thanks to Gia, Mbak Lola yang mengijinkan saya menonton lebih dulu


Category:   Other/General
Price:   lihat info di bawah ini:)

Hai haiii! buat yang udah nunggu detail Holiday Season’s Workshopnya CMW, ini dia daftar kegiatannya. Mari hubungi kak Wira dari sekarang buat yang ingin ikutan...

Kegiatan ini terbuka untuk usia 9-15 tahun.

• CMW’s Book Club

Ingin ngobrol dan membahas isi buku-buku yang sudah dibaca?
Ingin tahu bagaimana cara menjadi penulis?
Ingin kenalan dan mengetahui pengalaman kakak yang tugasnya menyeleksi naskah yang masuk?

Di acara ini, kita bisa dapatkan semua informasinya.

Waktu kegiatan : Sabtu, 5 atau 12 Juni 2010. (silakan pilih salah satu)
13.00–15.00 WIB
Biaya : GRATIS
Catatan : peserta membawa sendiri snack, makan siang & buku catatan

• Fun Broadcasting

Di Fun Broadcasting ini semua peserta berkesempatan untuk belajar menjadi presenter dan reporter dalam sebuah program audio visual yg berjudul ”Info Kids”, yaitu program informasi khusus untuk segmentasi anak-anak. Selain berlatih kemampuan menjadi host acara, juga akan berlatih bagaimana melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sekitar.

Waktu pelaksanaan : tgl 15 & 16 Juni 2010, Jam : 10:00 s/d 15:00
Biaya : Rp 200.000,-
Fasilitas : modul pelatihan dan sertifikat.
Catatan : peserta membawa sendiri snack dan makan siang.

• Audio Book Production

Memproduksi materi auditif dari sebuah buku karya anak-anak yang akan dibacakan dan dibuat menarik untuk didengar. Dalam kegiatan ini, akan diajarkan tehnik membaca naskah, sekaligus mempelajari seni peran. Hasil karya audio book akan disiarkan di program “Kids Club on DFM” di D-FM 103,4 Jakarta.

Durasi Program : 5 jam dalam 2 hari berturut-turut.
Waktu pelaksanaan : tgl 22 & 23 Juni 2010, Jam : 10:00 s/d 15:00
Biaya : Rp 200.000,-
Fasilitas : modul pelatihan dan sertifikat.
Catatan : peserta membawa sendiri snack dan makan siang.

• Menulis Skenario Cerita

Peserta kegiatan ini akan mendapatkan bimbingan untuk belajar membuat ”Skenario Film Pendek”. Skenarionya kelak akan diproduksi dalam bentuk Film Pendek dengan standar broadcast.

Durasi Program : 3 kali pertemuan, @ 2 jam .
Waktu pelaksanaan : 17, 24 Juni dan 1 Juli 2010, Jam : 10:00 s/d 12:00
Biaya : Rp 250.000,-
Fasilitas : modul pelatihan dan sertifikat.
Catatan : peserta membawa sendiri snack dan makan siang.

• Yuk, Bikin Komik!

Pelatihan membuat komik pendek bagi anak-anak. Anak-anak akan diajarkan proses penyusunan cerita sampai dengan proses pembatan gambar dan dialog. Karya komik anak-anak ini nantinya akan diterbitkan di Majalah KKPK.

Durasi Program : 3 kali pertemuan, @ 2 jam .
Waktu pelaksanaan : 18, 25 Juni dan 2 Juli 2010, Jam : 09:00 s/d 11:00
Biaya : Rp 250.000,-
Fasilitas : modul pelatihan dan sertifikat.
Catatan : peserta membawa sendiri snack dan makan siang.

Semua kegiatan dilakukan di lokasi ini:
Studio Green Productions, Komplek Murai Permai, Jl. Murai II Kav. 14 Ragunan Jakarta Selatan

Informasi lengkap dan pendaftaran:
Kak Wira 0813 8426 5400
email: childrenmediaworkshop@gmail.com



Category:   Other/General

Children Media Workshop atau disingkat dengan “CMW” adalah sebuah lembaga pelatihan dan produksi media khusus untuk anak-anak yang berdiri sejak tahun 2000. Sejauh ini bentuk pelatihan yang dilakukan CMW adalah “private course” dimana anak-anak belajar langsung sambil memproduksi sebuah materi media baik itu media Auditif, Visual, maupun Cetak.

Memasuki tahun 2010, seiring dengan semakin besarnya komunitas anak-anak yang bergabung kedalam kegiatan CMW, maka pada bulan Juli 2010 mendatang, CMW berencana melakukan pengembangan kegiatan dalam bentuk “Sekolah Media Anak” sekaligus pencanangan Kegiatan Produksi Media Anak baik dalam bentuk siaran radio, program tv, dan majalah.

Untuk keperluan itu, CMW saat ini membutuhkan dan membuka peluang untuk 10 trainer untuk bertindak selaku pengajar di Sekolah Media Anak. Adapun ketentuan teknis adalah sebagai berikut:

Kualifikasi trainer:

1. laki atau perempuan
2. menyukai dunia anak-anak
3. berusia 22 tahun keatas
4. diutamakan yg memiliki pengalaman bekerja dibidang media massa, atau dengan latar belakang pendidikan media atau komunikasi.

Ketentuan seleksi :

1. seluruh calon trainer harus mengisi formulir pendaftaran lengkap dengan lampiran persyaratan yg ditentukan.
2. peserta yang lolos verifikasi akan mengikuti proses seleksi yang ditentukan oleh panitia.


Blog EntryMay 17, '10 8:56 AM
for everyone
Orang yang kenal deket sama saya pasti tahu banget kalau saya gampang kagum sama orang pintar. Pintar maksudnya bukan pintar-pintar layaknya seorang dukun lho ya, tapi pintar-cerdas-dan-tahu-berbagai-hal-yang-saya-tidak-tahu-atau-belum-tahu. Artinya, tolong bedakan, saya bukan kagum pada dukun atau orang yang sok dukun *hihi dibahas :P

Hari ini saya ingin mengenalkan kembali salah satu orang yang sangat-sangat-sangat saya kagumi dan saya merasa sangat beruntung pernah mengenalnya. Sekarang saya lagi kangen berat menimba ilmu dan mendengarkan 'dongeng' berbobot dari orang yang satu ini. Kangen ngobrol dan 'belajar' lagi. Huhuw, sayangnya abang yang satu ini kabarnya sudah lama tak pulang ke Indonesia. Ingin mendengarkan suaranya di Lite FM pun saya selalu ketinggalan *inilah akibat selalu bangun siang, kalau kata teman saya rejeki menghilang termasuk rejeki mendengarkan suara abang ini, hwehehe...*




Namanya Bang Nuim Khaiyath. 

Info lengkap tentang beliau ada di Wikipedia, tapi saya coba cuplik disini :

Nuim Khaiyath (nama lengkapnya:Nuim Mahmud Khaiyath) adalah seorang penyiar senior kelahiran Medan, Indonesia yang saat ini berdomisili di Melbourne, Australia. Dia kini menjadi Kepala Siaran Bahasa Indonesia di Radio Australia. Nuim Khaiyath memulai karirnya di bidang jurnalistik pada 1964 dengan bekerja di BBC'S Indonesian Service yang berpusat di London selama tiga tahun. Ia kemudian bergabung dengan Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (RASI) sejak 1967-1970. Pada 1970 ia pindah ke BBC London. Dua tahun kemudian (1972) ia kembali lagi ke RASI, dan sejak tahun 1998 ia dipercaya untuk memimpin RASI.Ia populer dengan acara Sabtu Gembira (SAMBA), yang dibawakan dengan logat Melayu Medan. Acara tersebut disiarkan pula oleh Radio Delta FM setiap hari Sabtu pagi. Acara lain yang diasuhnya di RASI adalah PERSPEKTIF, dan Dunia Olahraga. Selain itu dia juga tampil dalam siaran lite 105.8 FM Jakarta, setiap Senin pagi dalam acara Postcard from Melbourne. Pengetahuannya yang luas membuatnya sangat populer di kalangan pendengar radio tersebut, sehingga ia mendapat julukan "Kamus Berjalan".Aktivitas rutin yang dilakukannya diluar siaran radio adalah berenang dan membaca.Pak Nuim telah menerbitkan sebuah buku baru "Dunia Di Mata Nuim Khaiyath".

Kalau yang suka mendengarkan Radio Delta atau Radio Lite FM (dulu namanya Radio Ramako), pasti tahu dan bahkan mungkin sangat mengenal abang yang satu ini.Beliau setahu saya sekarang masih ada dan sibuk di Radio ABC Australia sebagai Executive Director untuk Section Bahasa Indonesia.

Saya mengenalnya pertama kali saat di Radio Delta, kemudian bertemu kembali di radio yang sama, saat abang Nuim Khaiyath ini berkunjung ke Jakarta. *Duh! sejujurnya saya agak pusing memanggilnya abang, karena saya anak kemaren sore, tapi semua orang yang saya kenal memanggil beliau abang, lha masak saya memanggil eyang, gak mungkin kan? jadilah saya ikut-ikutan*

Tanyakan apa saja pada beliau. Niscaya beliau punya jawabannya. Semua orang yang mengenalnya juga mengetahui julukan untuk beliau. Ensiklopedia berjalan. Entah mengapa nampaknya usia tidak membuat beliau lupa segalanya, bahkan semakin banyak saja ingatan dan ceritanya. *saya berdoa semoga saja terus begitu*

Kabarnya ada sebuah buku yang beliau tulis, judulnya kalau tak salah "Dunia di Mata Nuim Khaiyath", tapi saya cari tak ada di toko buku. Menghubungi penerbitnya sudah juga saya lakukan, tapi tak juga berbuah indah *yak udah mulai terkontaminasi bahasa bang Nuim:P*

Oke, karena saya sedikit putus asa mencari buku beliau dimana, maka saya mencari fotonya saja diantara album-album foto di multiply saya, he he kalau dilihat dari tanggal posting di situ (23 Desember 2004), berarti sudah lama ya tak berjumpa beliau.

Duh, semoga saya bisa bertemu beliau dan berbagi cerita lagi dalam waktu dekat, kalau bisa sih siaran bareng maunya *toyor kepala sendiri karena tak mungkin*

Bang Nuim Khaiyath,

bila abang membaca tulisan ini, salam hormat selalu dari saya untuk abang. Semoga abang selalu sehat dan tetap berkarya. Ditunggu kedatangannya di studio dan siaran bersama saya. *tetep kekeuh berharap yang gak mungkin:P*

Somebody, please, kalau tahu bang Nuim Khaiyath di Jakarta, kasih tau saya ya *tetep usaha


*** baydeway, di foto ini saya bersama Fajar juga yang sekarang tugas di Trans TV. Saya mau bilang juga ah sama Fajar. Jar, gw juga kangen kok sama lo, tapi gak sebesar kangen gw sama bang Nuim. Sorry ya, hihihi *langsung kabur takut ditoyor Fajar yang badannya besar*

NoteMay 16, '10 12:08 AM
for everyone




NoteMay 10, '10 2:41 AM
for everyone


ReviewReviewReviewMay 6, '10 6:05 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Pop
Artist:9 Artis
Ini dia hadiah buat saya minggu ini dari mas Adjie Soetama.

Isinya apa?
Isinya lagu-lagu lama yang mayoritas diciptakan oleh Adjie Soetama dan Oddie Agam.

Penyanyinya?
Ada Mus Mujiono, Utha Likumahuwa, Oddie Agam, Adjie Soetama, Addie MS, Ikang Fawzi, Memes dan Rida

Bagus?
Tiga bintang deh.
Aransemen musik bagus lah pastinya.
Kita bisa mendengarkan lagu lama dengan nuansa yang baru.
Saya juga suka satu-satunya lagu baru di album ini, judulnya sama dengan judul albumnya, Reuni.

Suka juga lagu Begitulah Cinta yang di album ini dinyanyikan teteh Rida.

Lagu Cinta juga enak, dinyanyikan Ikang Fawzi dengan berbeda, tetep romantis tapi khas Ikang-nya nggak ilang.

Kelemahannya menurut saya, audio mixing dan masteringnya tidak terlalu sempurna sepertinya, jadi suara penyanyinya terdengar tenggelam. 


Daftar lagu lengkapnya?
Ini dia.
1.Begitulah Cinta
2.Logika
3.Cinta
4.Reuni
5.Rembulan
6.Hip Hip Hura
7.Memori
8.Surat Cinta
9.Suka Cita
10.Tanda Tandanya
11.Anak Sekolah

Thanks ya mas Adjie buat hadiahnya. 
Ditunggu hadiah yang lain, he he he. Kabarnya dalam waktu dekat, Mus Mudjiono dan Oddie Agam (yang sedang jatuh cinta dengan seseorang di Afrika, he he he) akan mengeluarkan album solo juga.


Go Klab Reuni!!!

Blog EntryMay 6, '10 3:59 AM
for everyone
Apakah anda ingat apa dan siapa yang membuat anda sampai di suatu titik kehidupan?

Pasti banyak. Banyak yang terlibat dalam perjalanan hidup kita. 

Orang tua. Guru. Teman. Tante. Oom. Musuh atau orang yang merasa memusuhi kita. Bahkan mungkin orang yang tidak kita kenal sekalipun.

Selain terlibat, pasti beberapa diantaranya juga memberi inspirasi atau semangat positif dengan sengaja atau juga tidak sengaja.

Kalau saya, wuah saya banyak sekali mengagumi orang yang ada di sekitar saya dengan berbagai keahlian dan juga semangat atau pemikirannya yang inspiratif. 

Mas Errol Jonathans salah satunya.


Bukan, bukan karena dia artis atau penyanyi terkenal. Bukan juga karena saya kenal seluruh keluarganya. Pun bukan karena saya bekerja sama dengan salah satu anggota keluarganya. Tapi, karena memang saya nge-fans berat sama beliau dari dulu. Dari sejak saya belum siaran, belum ada di radio. Lalu saya punya kesempatan menimba ilmu darinya saat ikut pelatihan-pelatihan yang diadakan banyak lembaga. Lalu saya semakin ngefans dan saya semakin ingin berguru padanya, he he he. Saya rasa banyak orang radio yang juga seperti saya, mengagumi dia.

Oh satu lagi. Saya sangat suka sama suaranya. Mantap surantab punya. Intonasi dan artikulasi walaupun diluar siaran tetep terjaga dengan baik dan enak didenger. Haduuuh, kapan saya punya suara indah begitu ya.... *mimpi aja lo Lia, ha ha ha*

Siapa sih beliau sebenarnya? 

Diluar jabatannya sekarang sebagai Direktur Operasional SS Media (salah satu kelompok media yang terbesar di Jawa Timur), saya mengenal beliau sebagai seorang praktisi radio, trainer, suhu, guru, konsultan, penyemangat buat saya.

Ngobrol sama Mas Errol (begitu saya biasa memanggilnya), sangat menyenangkan. Selalu saja saya mendapatkan banyak hal baru atau hal menarik dari hasil obrolan itu. Banyak banget topik yang bisa dijadikan obrolan, terutama tentang konvergensi media. 

Kemarin saya bertemu lagi dengan beliau. Seneng banget. S E N E N G B A N G E T!!! 

Banyak hal baru yang jadi bahan diskusi. Tentang konvergensi media. Tentang trainer masa kini. Tentang penyiar jaman sekarang. Tentang politik. Tentang kegiatan pelayanan kita kepada masyarakat. Tentang kota kita masing-masing. Banyak. Banyak.

Ternyata eh ternyata, menurut beliau, media radio itu sekarang, kalau mau bersaing dengan media yang lain, dengan kecepatan teknologi yang ada, harus juga ikut berkembang. Ini menjawab pertanyaan saya tentang apakah sebenarnya radio sekarang tetap bisa bertahan dan tetap dibutuhkan. Mas Errol bilang, radio itu nggak bisa lagi hanya bertahan dengan siaran di gelombang radio tertentu. Tidak bisa hanya mengandalkan itu. 

Berdasarkan FGD yang pernah diadakan oleh radio tempat beliau bernaung, sekarang kecenderungannya adalah orang itu lebih banyak bersama internet, bersama blackberrynya. Nah, radio harus mengejar teknologinya juga sampai kesitu. Radio harus mengikuti perkembangan jaman. Radio harus bisa didengarkan di blackberry dengan radio on demand atau semacamnya. Radio juga sekarang sudah harus bisa streaming dan ada videonya. Jaman sekarang radio udah bisa dilihat secara visual, tidak lagi hanya didengarkan. lagu yang didengarkan bisa dilihat video klipnya. Iklan yang sedang diputar bisa juga dilihat visualnya. Itu baru namanya radio masa sekarang. Radio yang bisa ikutan perkembangan teknologi.

Yak yak yak. Jadi radio yang masih bertahan dengan konsep lama, harus siap-siap. Mari mengikuti kemajuan jaman atau siap kalah perang.

Ternyata eh ternyata lagi nih, he he ini yang membuat saya malu. Saya tanya sama mas Errol, "Mas, gimana sih caranya mempertahankan suara bisa bagus begitu?" Whaa, jawaban beliau bikin saya minder. Ternyata sampai sekarang walaupun sudah tidak siaran dan hanya dipakai untuk memberikan pelatihan bagi orang lain, Mas Errol itu masih latihan senam vokal rutin. Haaa, apaaa? mati guwee!!! Lah, saya udah lama banget nggak senam. Senam vokal yang bikin wajah jadi cupu itu. Hahahaha, ya pantes aja suara saya nggak bisa bagus dan terjaga dengan elegan seperti suaranya Mas Errol itu. Ini hal sepele sebenarnya, tapi kalau kita melakukannya dengan baik si senam-senam vokal itu, bisa bikin kita ngomong di mic nonstop 2 jam tanpa minum dan kualitas suaranya tetap stabil.

Huaaah... saya mauuuu... saya mau suara bagus dan mau latihan senam vokal lagi.

Topik terus ada. Obrolan tak kunjung selesai. Tetapi waktu terus bergulir. Mas Errol harus kembali ke Surabaya. Saya, disini, tetap memujanya sebagai salah seorang guru idola.  

Sampai bertemu lagi ya mas Errol. Semoga tidak pernah bosan memberi pencerahan buat saya, he he.